Seni Rupa Murni



1 Penciptaan seni Rupa Murni
  Penciptaan seni rupa murni adalah kegiatan berkarya seni lukis, seni patung, seni grafis, seni serat dll. Untuk mengungkapkan pkiran, perasaan, dan pengalaman kehidupan menjadi perwujudan visual di landasi kepekaan artistic.
a.     Aspek Konsektual
1)    Penemuan sumber inspiransi
2)    Penetapan interes seni
3)    Penetapan interes bentuk
4)    Penetapan prinsip estetik
b.     Aspek visual
1)    Struktur visual. Untuk mewujudkan aspek konseptual menjadi karya visual, perlu di tegaskan lebih spesifik dalam subjek matter, masalah pokok atau seni yang akan di ciptakan . misalnya tema social : kemiskinan dengan pilihan objek “pengemis”. Tema perjuangan dengan pilihan objek “pangeran diponegoro”

2)    Komposisi. Hasil seleksi hasil unsure-unsur rupa dikelola, di tata dengan prinsip-prinsip tertentu, baik terhadap suatu unsur secara tersendiri maupun dalam hubungan dengan bentuk atau warna. Dengan memperhatikan 4 pokok prinsip komposisi : proposi, keseimbangan, irama, dan kesatuan untuk memperlihatkan karakteristik keunikan pribadi kita

3)    Gaya pribadi

Dalam aktivitas pembelajaran seni rupa, gaya pribadi akan lebih mudah terlihat apabila kebebasan berkreasi diberikan, sehingga karya-karya siswa dengan sendirinya memperlihatkan kebragama gaya seni sesuai kepribadiannya masing-masing

2. Aspek operasional
        Langkah-langkah kerja dalam keseluruhan proses perwujudan karya dimulai dari penetapan bahan, peralatan utama dan pendukung serta teknik-teknik dalam memperlakukan bahan dengan peralatannya.


F. Pengertian Dasar Seni Lukis
      
1.     Ruang Lingkup Seni lukis
   Secara teknis lukisan adalah pembubuhan pigmen atau warna dengan bahan pelarut di atas permukaan bidang dasar, seperti pada kanvas, panel untuk penghasilan sensasi atau ilusi ruang, gerakan tekstur, untuk mengekpresikan berbagai makna atau nilai subjektif, baik yang sifatnya intelektual, emosi, simbolik, relegius, dll
   Selanjutnya Herbert Read mengatakan seni lukis adalah penggunaan garis, warna, tekstur, ruang, dan bentuk shape pada suatu permukaan, yang bertujuan menciptakan berbagai image.
    Menurut Edmund burke Feldman pengekpresian itu menggunakan (1) unsure-unsur visual yang terdiri dari garis, warna, bentuk, tekstur dan ruang atau gelap terang, (2) organisasi dari unsure-unsur tersebut yang meliputi kesatuan keseimbangan iram dan perbandingan ukuran
    Kritikus dan Suwaryono mengemukakan bahwa seni lukis memiliki 2 faktor : (1) factor ideoplastis, ide, pendapat pengalaman, emosi, fantasi, dll bersifat rohani (2) factor fisioplastis : yang meliputi hal-hal yang menyangkut masalah teknis, termasuk organisasi, elemen-elemen visual seperti garis, warna tekstur ruang, bentuk, dengan prinsip-prinsipnya .
      Seni lukis adalah wujud ekspresi yang harus di pandang secara utuh.

      2.UNSUR VISUAL
garis adalah salah satu elemen yang pentng dalam seni lukis.
 garis dapat di ciptakan melalui 1. Kontur, garis dari luar dari benda yang di lukis, 2. Batas pemisahan antara 2 warna atau cahaya terang dan gelap, 3. Lekukan pada bidang melingkar atau memanjang lurus, 4. Batas antara 2 tekstur yang berlainan .

                  b.warna
pada umumnya para pelukis memanfaatkan warna untuk menyatakan gerak, jarak, tegangan, deskripsi rupa alam, naturalis, ruang, bentuk, ekspresi atau makna simbolik. Untuk memahami lebih konprehensi peran warna dalam seni lukis, berikut ini akan di sajikan sifat optis warna, notasi warna, warna subjek,warna objek,pigmen, yang kesemuanya sangat menentukan kualitas penciptaan sebuah lukisan.

                 C. sifat warna
Dalam teori warna di kenal ada 3 sifat optis, optikal, property, yaitu : hue value, dan saturation.
 Hue adalah tingkat kepekatan warna, misalnya merah,merah orange atau hijau,biru,biru keunguan dan seterusnya,
Value adalah fenomena kecermelangan dan kesuraman warna . nilai rendah adalah warna yang cenderung suram atau kegelapan. Sementara nilai tinggi adalah kecendrungan warna yang terang dan cemerlang. Saturation adalah insensitas nada warna untuk menunjukan warna-warna menyala, dan warna-warna yang suram

  Pada tahun 1940-an seni lukis afandi dominan menggunakan warna-warna suram atau kusam, kemudian lukisannya berkembang kepenggunaan warna-warna yang cerah .    

0 Response to "Seni Rupa Murni"

Post a Comment